Jumat, 29 Maret 2024

Review Buku “Totto-chan’s Children”

 



Menurutuku ini adalah satu buku yang harus kalian baca setidaknya sekali dalam hidup karena kalian akan merasakan betapa beruntungnya “kehidupan” yang sedang kamu jalani saat ini. Karena buku ini berisi kisah-kisah  yang menginspirasi kita untuk menjadi lebih baik dan merupakan sebuah perjalanan seorang Totto-chan ketika menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF (1984-1997). Sebelum buku ini ada sebuah buku berjudul Totto-Chan: Gadis Cilik di Jendela ditulis oleh Tetsuko Kuroyanagi (nama asli Totto-chan) yang merupakan buku pertamanya yang legendaris juga. Buku yang mau aku bahas saat ini juga gak jauh dari buku pertamanya yaitu tentang “Anak-anak”.

Dalam Bahasa Indonesia buku ini berjudul “Anak-anak Totto-chan”. Setelah dewasa dan memiliki kepopuleran di Jepang, Totto-chan ditawari menjadi Duta Kemanusiaan oleh UNICEF (Organisasi untuk membantu anak-anak). Seorang Totto-chan tentu saja menerima tawaran itu dengan sangat gembira, tapi kegembiraan yang dirasakannya saat itu sangat berbeda dengan cerita-ceritanya dalam buku ini. Saat menjadi Duta Kemanusiaan UNICEF, Totto-chan ke berbagai negara yang mengalami dampak peperangan.

Membaca kisah-kisah dibuku ini membuatku banyak menangis karena begitu banyak anak-anak yang tak bersalah menjadi korban peperangan yang dilakukan oleh orang-orang dewasa yang seharusnya menjadi contoh baik dan mengajarkan kasih sayang sesama manusia kepada mereka. Buku ini menceritan konflik-konflik yang berbeda harus dihadapi diberbagai negara yang dikunjunginya. Selain kesedihan ada juga berbagai kisah inspiratif yang dibagikan Totto-chan kepada pembacanya yaitu tentang semangat berjuang dalam kehidupan, rasa tidak ingin menyerah, rasa kepercayaan pada masa depan, dan kepedulian antar sesama di tengah peperangan. Ada beberapa tokoh dari beberapa negara yang diceritakan juga dalam buku ini yang membuat kita bersemangat untuk menjadi orang yang lebih bermanfaat lagi untuk sekeliling kita.

Aku mungkin salah satu orang yang berharap buku ini bisa dibaca oleh orang yang lebih banyak lagi agar menjadi pengingat kita untuk bisa hidup lebih baik lagi dan banyak memberikan dampat positif. Buku ini menjadi salah satu buku paling berkesan di hidupku. Terima kasih Totto-chan untuk buku yang luar biasa ini.

Minggu, 25 Juni 2023

Review Novel & Film “Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas”

             Pertama aku bertemu dengan si Novel, di salah satu rak di Perpus Cikini. Aku tertarik oleh penghargaan dalam sampul novel ini yaitu Prince Clausa Laureate 2018. Walaupun waktu kuliah aku sempat belajar sastra tapi belum terlalu banyak novel yang sempat aku baca tapi jika kalian anak Sastra atau Bahasa Indonesia cobalah untuk membaca ini. Setelah bertemu si Novel dan selesai membacanya, aku mulai mencari si Film yang ternyata membuatku sadar bahwa aku lebih menyukai si Novel tapi si Film juga tidak bisa terlupakan begitu saja karena pembawaan dari para pemainnya yang menurutku sangat epic dan keduanya spesial dengan versinya masing-masing.

           

            Kisah ini berawal dari seorang pemuda bernama Ajo Kawir yang juga seorang jagoan ternyata harus menerima kenyataan bahwa “burung”nya tidak bisa bediri normal seperti laki-laki pada umumnya alias tidak bisa ngaceng. Saat masih kecil Ajo dan sahabatnya, si Tokek mengalami kerjadian yang cukup membuat Ajo trauma sehingga membuat burungnya tertidur pulas bahkan sangat pulas. Berbagai cara telah Ia lakukan untuk membuatnya bangun tapi semua usahanya percuma hingga ia tumbuh dewasa dengan burung yang selalu tidur pulas dalam sangkarnya. Hal itu semakin membuatnya tidak takut pada apapun selain Tuhan sampai dia bertemu Iteung. Seorang gadis jago silat yang mampu membuatnya jatuh cinta.

 

            Tidak hanya Ajo, Iteung-pun jatuh cinta dengan Ajo. Mereka sempat dekat hingga akhirnya Ajo mulai pergi dan menghilang. Ajo minder dengan keadaan burunya. Iteung dengan keberaniannya mendatangi Ajo hingga mereka berkelahi dan Ajo mengungkapkan keadaanya yang sesungguhnya. Di luar dugaan Iteung menerima Ajo bahkan mengajaknya menikah. Pernikahan mereka berjalan lancar walaupun tanpa burung yang bangun hingga suatu hari Iteung hamil. Ajo pergi saat itu juga tanpa mau bertemu dengan Iteung lagi.

 

            Ajo yang saat itu dalam keadaan marah akhirnya membunuh seorang preman jahat dan Ia masuk penjara. Ajo menghabiskan seluruh amarahnya dalam penjara tapi di sisi lain Iteung setelah melahirkan bayinya mulai melakukan pembalasan untuk suaminya. Dendam harus dibayar tuntas. Setelah keluar dari penjara Ajo berubah menjadi orang yang lebih baik dan lebih bijaksana. Suatu hari ia bertemu seorang wanita buruk rupa dan keajaibanpun terjadi atas izin Tuhan. Burung yang selama bertahun-tahun tidur pulas tiba-tiba bangun dengan indahnya. Ajo akhirnya memutuskan untuk pulang dan menata hidupnya kembali dengan Iteung.

 

            Di sisi lain dengan pelan tapi pasti Iteung membalas satu-persatu dendam suaminya dengan tuntas dan setelah semuanya selesai dia kembali pulang. Di rumah Iteung kaget karena melihat suaminya akhirnya pulang dan mereka berpelukan melepas kerinduan selama bertahun-tahun lamanya hingga sebuah mobil polisi tiba untuk membawa Iteung menuju penjara.

 

            Kurang lebih cerita novel dan filmnya seperti itu, baik novel ataupun film mempunya garis cerita yang sama tapi dengan versi berbeda. Novel menceritakan dengan lebih santai dan detail sedangkan film terasa lebih dipercepat, mungkin karena durasi. Untuk novel aku meberikan nilai 90/100, walaupun vulgar novel ini menyenangkan untuk dibaca dan menyampaikan pesan moral dengan caranya sendiri. Untuk film aku memberikan nilai 80/100 karena sejujurnya untukku yang sudah membaca novelnya ini sangat dicepat tapi aku sangat salut dengan seluruh pemainnya dan pembawaan film ini yang cukup memuaskan visualisasiku walaupun tidak sepenuhnya seperti gambaran imajinasiku tapi sungguh filmnya sangat bagus untuk ditonton.

 

Oia baik membaca atau menonton ini tolong pastikan sudah cukup umur paling tidak  17 tahun ke atas, ya karena selain vulgar, ini juga banyak membawakan pembahasan dewasa yang lebih dapat dipahami oleh orang-orang yang sudah cukup dewasa dan terima kasih sudah membaca review ini.

Sabtu, 11 Maret 2023

Membatik di Museum Tekstil Jakarta

  



 Hai, apa kabar nih bestie? hahaha semoga pada sehat semua ya, kali ini aku mau ceritain tentang pengalaman aku pertama kali membatik. Seperti biasa aku terinspirasi dari video Tiktok dan mari kita coba. Berhubung aku ke sana bareng sahabat aku dari depok, akhirnya kami memutuskan untuk menggunakan kereta commuterline dengan tujuan Stasiun Tanah Abang. Jadi kami janjian jam 10 pagi di Stasiun Manggarai terus sampe Stasiun Tanah Abang sekitar jam 11 (kayaknya) terus dari sana ternyata tinggal jalan kaki aja sampe Museum Tekstil Jakarta. Kalo di lihat-lihat sebenernya banyak petunjuk arah untuk ke Museum Tekstil itu atau kalo bingung tanya orang juga boleh.

    Sesampainya di depan Museum Tekstil kita akan langsung bertemu tempat Loket, jadi untuk tiket masuknya itu per orang Rp.5.000,- terus kalo kita mau workshop membatik itu langsung daftarnya di Pendopo Batik di dalam area komplek Museum. Jadi sebenernya di sana itu kita bisa minta ditemenin tour guide kalo kita mau pas di loket ngomongnya tapi aku taunya telat jadi kami bener-bener explore sendiri. Setelah foto-foto bentar depan pohon bringin depan Galeri Batik akhirnya kami menuju Pendopo Batik untuk ikut workshop membatik. Oia tips dari aku sebenernya emang kayaknya enakan ikut workshop membatiknya duluan soalnya setelah proses membatik itu kainnya akan di jemur dan itu butuh waktu sekitar 20 menit untuk nunggu kain batik buatan kita itu kering, jadi bisa diisi dengan keliling museum setelahnya.

    Di Pendopo Batik kita akan disambut oleh pak satpam dan petugas registrasi untuk membayar Rp.40.000,- sebagai uang pendafataran dan setelah itu kita akan dapat kain dan canting. Selama proses membatik ini kita gak akan sendirian karena bener-bener di dampingi oleh petugas-petugas di sana. Langkah pertama adalah kita disuruh milih pola batik dan menjiplak pola tersebut ke kain kita. Di sana sudah disiapkan meja yang ada lampunya, pensil, dan jarum pentul, agar proses mebuat polanya mudah. Oia saran lagi kalo bisa pilihlan pola batik yang mudah karena kalo yang motifnya susah nanti ribet sendiri pas proses mencantingnya. Sudah selesai pola nanti kita akan di arahkan ke proses mencanting.

    Proses mencanting ini kita akan diajarin cara pake canting dan mengisi pola batik yang sudah kita buat dengan lilin khusus untuk mambatik. Untuk lilinnya ini sudah disiapkan dan karena emang lilinya harus dalam keadaan panas jadi harus selalu di atas kompor. Proses mencanting ini bener-bener harus sabar dan harus tenang jiwanya kalo kata ibu petugas yang ngajarin aku hari itu. Pertama kali mencanting itu bener-bener sulit buat aku beberapa kali aku gak sengaja netesin lilin di kain aku jadinya motifnya rada berantakan tapi ya namanya yang pertama kali jadi ya gak apa-apa kan belajar hehehe. Aku pikir setelah selesai ngisi pola aku dengan lilin langsung ke proses selanjutnya ternyata di belakangnya juga harus di kasih lilin juga.

    Sudah selesai dengan mencanting kita diarahkan ke proses selanjutnya yaitu pewarnaan. Jadi nanti kita akan dibantu untuk proses itu atau kalo mau sendiri juga bisa. Aku milih untuk coba mewarnain batik aku sendiri. Aku pilih warna coklat dan temen aku warna oren. Setelah itu akan dilanjut proses selanjutnya di rebus sebentar oleh petugasnya baru deh di jemur dan tunggu sekitar 20 menit untuk kainnya bisa kering. Untuk canting yang tadi kita dapet dan pake itu akan dibawa pulang nanti dikasih plastik untuk bawa cantingnya. Mengisi waktu menunggu kain kering itu baru deh aku keliling Museum Tekstil.

    Pertama aku balik ke depan untuk ke gedung Museum Tekstil. Di sini banyak sekali koleksi-koleksi kain dari seluruh Indonesia. Untuk tempatnya nyaman dan adem terus petugasnya juga ramah-ramah. Selanjutnya kami ke gedung Galeri Batik disebelahnya, kalo di sini lebih ke full batik dari ujung sampe ujung. Setalah keliling kita mampir ke tempat souvenir, sahabat aku beli kipas batik dan aku beli gantungan kunci khas Baduy. Abis itu kita balik ke Pendopo Batik di area belakang dan mengambil kain kita.

    Ternyata pas mau pulang hujan deres jadinya kita mampir ke kantinnya gitu deket toilet Museum dan pesen indomie + es teh. Sumpah itu nikmat banget hehehe. Untuk harganya juga gak mahal kok cuma Rp.15.000 (kalo gak salah) itu udah pake telor dan bisa nambah pake cabe juga hehehe. Setelah hujan reda, foto-foto bentar, dan akhirnya pulang. Untuk yang kayak kita pake Commuterline semangat ya karena bener-bener penuh banget peronnya namanya juga Tanah Abang tapi setalah semua itu seneng sih akhirnya bisa belajar membatik. Sebagai anak muda Indonesia kayaknya emang harus coba deh membatik sendiri karena ada rasa bangga tersendiri gitu setelah proses membatik. Apalagi batik sendiri kan khas Indonesia. Terima kasih sudah baca, see you in the next story.

Minggu, 01 Januari 2023

Ngebolang Ke Pulau Merak Kecil

                Halo gimana kabar kamu? Kayaknya aku udah lama gak nulis di blog ini padahal aku udah buat jadwal untuk isi blog ini seenggaknya sebulan sekali, tapi apalah daya aku yang sok sibuk banget ini wkwkwk. Kali ini aku akan ceritain pengalaman aku kemarin main ke Pulau Merak Kecil. Iya, pulaunya ada di darah Merak dan dekat dengan salah satu Pelabuhan besar di Indonesia. Perjalanan ini di mulai dari sekarang.

                Sabtu, 31 Desember 2022 aku memutuskan untuk menutup tahun ini dengan jalan-jalan ke sana bersama salah satu sahabatku. Meeting Point kami di Stasiun Tanah Abang paling lambat jam 07.00 pagi. Sesampainya di sana kami naik kereta menuju Stasiun Rangkasbitung. Perjalanan sekitar 2 jam dan disambung dengan KA Lokal menuju Stasiun Merak itu juga sekitar 2 jam perjalanan. Oia sebelum kalian ganti dari kereta Commuterline ke KA Lokal jangan lupa untuk Tap Out kartu kalian dulu biar gak ada masalah nantinya pas mau pulang ke Jakarta karena akan pake Commuterline lagi.

                Untuk tiket KA Lokal kalian bisa langsung beli dulu sebelum hari keberangkatan melalui aplikasi KAI Acces kalo bisa PP ya soalnya kalo beli langsung di loket kalian bisa kehabisan dan gak bisa milih tempat duduk. Lanjut lagi aku sampe di Stasiun Merak sekitar jam 12 atau waktu-waktu zuhur jadi kita putuskan untuk makan dulu di warteg belakang musolah di sana. Harga makanannya ya standar warteglah gak terlalu mahal terus kami solat dulu di musolah. Setelah solat kita jalan ke depan buat naik angkot merah. Kalo kalian bingung selama perjalan coba tanya aja warga-warga sana udah biasa kayaknya udah banyak juga yang ke sana. Sampe depan kita langsung naik Angkot merah ke tempat buat nyebrang.

                Awal aku mau ke pulau ini sebenernya dari Tiktok dan sesuai dengan biaya yang disebutin dalam biaya di video itu bener-bener murah kalo mau ke sana. Setelah naik angkot kita langsung ke tempat penjaga buat sewa perahu untuk nyebrang dan itu cuma bayar Rp. 15.000,- ini udah pulang-pergi ya. Nyebrang sekitar 10 menit kurang dan sampe sana akan disambut penjaga lagi dan kita bayar Rp.2.000,- kayak uang untuk retribusi gitu dan dapet setiker juga. Sampe sana pulaunya gak terlalu ramai dan alam banget gimana ya jelasinnya asrilah pokoknya. Di sana ada monyet juga tapi monyetnya gak ganggu dan di sana ada warung  dan kamar mandi jadi lumayan amanlah ya. Ada juga penjaga pulaunya sih kayaknya dia suka keliling juga buat ngawasin. Banyak yang sewain tiker juga di sana dan harga-harga di sana terjangkaulah. Untuk pantainya emang gak sebiru pulau seribu tapi untuk ombak kayaknya lebih berasa di sini.

Di sana gue keliling pulau dulu karena pulaunya gak besar banget, foto-foto, ngambil video, terus kita buka lapak hehehe maksudnya buka gelaran buat istirahat dan makan di sana. Kami pesen indomie itu bener-bener nikmat sih karena makannya sambal nikmatin pantai dan deburan ombak. Oia karena kita ke sana rada nekat pas cuaca lagi kurang kondusif hehehe jadi sekitar jam 3 sore kami udah disuruh pulang karena ombaknya udah mulai tinggi. Bener aja pas kita mau naik kapal angin udah kenceng, gerimis, dan ditambah ombak yang kenceng banget. Kami nyebrang alhamdulillah selamat setalah beberapa menit di kapal terombang-ambing ombak yang emang gede banget.

Setelah selesai nyebrang kita pulang lagi naik angkot merah. Solat dan naik kereta KA Lokal lagi menuju Stasiun Rangkasbitung. Jadi kalo di total perjalanan sekitar 4 jam naik kereta PP jadi sekita 8 jam di kereta aja. Pulau Merak Kecil ini worth it  banget kalo mau dikunjungin. Aku pengen banget ke sini lagi kalo dikasih kesempatan. Biaya yang dihabiskan gak begitu banyak dan semoga makin banyak juga yang ke sana karena membantu perputaran ekonomi sekitar di sana juga. Selama di sana sih aku aman-aman aja, alhamdulillah lancar selamat dan jangan lupa berdoa sebelum berangkat, sebelum naik kendaraan apapun, pas ditempat atau di pulaunya juga. Jaga kebersihan, jaga Kesehatan juga biar fit selama perjalanan, dan siapin cemilan atau makanan ya sebenernya di pulaunya juga ada yang jualan. Air minum juga kalo males bawa beli aja diperjalanan banyak yang jual air biar gak dehidrasi selama liburan. Terima kasih sudah mau baca cerita aku ini. See you in the next story.

 

Rincian biaya perorang ke Pulau Merak Kecil (Mepo Stasiun Tanah Abang):

·         Biaya KRL Commuterline  (Stasiun Tanah Abang – Stasiun Rangkasbitung) Rp. 8.000,-

·         Biaya KA Lokal (Stasiun Rangkasbitung – Stasiun Merak) Rp. 3.000,-

·         Angkot Merah (Stasiun Merak – Tempat Nyebrang) Rp. 5.000,-

·         Naik Perahu Nyebrang (PP) Rp. 15.000,-

·         Retribusi Pulau Rp.2.000,-

·         Angkot Merah (Pulang ke Stasiun Merak) Rp. 5.000,-

·         Biaya KA Lokal (Stasiun Merak – Stasiun Rangkasbitung) Rp. 3.000,-

·         Biaya KRL Commuter Line (Stasiun Rangkasbitung – Stasiun Tanah Abang) Rp. 8.000,-

Total biaya ke sana PP Rp. 49.000,- (Ini diluar jajan/makan dan di luar biaya kalo kalian mau nginep)


Minggu, 02 Oktober 2022

Review Film Maleficent

    Halo udah lama gak nulis di blog, kali ini aku mau mereview salah satu film Disney yang sebenernya udah lama tapi aku baru nonton kemarin pake aplikasi Disney+ (akun temen aku sih sejujurnya hehehe). Jadi sebenernya aku udah tetarik dari bentukannya si Maleficent ini karena biasanya kan Disney karakter utamanya imut, cantik, anggun cuma si Maleficent ini tuh beda digambarinnya sedikit seram tapi tetep powerful. Selain itu dia kebanyakan bajunya itu hitam, salah satu warna kesukaan aku jadi tambah suka aja sama si Maleficent ini. Seperti biasanya gak lain gak bukan aku akan jelasin sinopsisnya sedikit ya. Tenang cuma dikit hehehe.

    Maleficent ini ceritanya adalah peri jahat yang mengutuk putri Aurora dalam dongeng Sleeping Beauty. Sebenarnya Maleficent ini adalah seorang peri cantik yang baik hati yang sayangnya dikhianati oleh orang yang dicintanya dan mulai sejak itu dia menjadi peri jahat. Selanjutnya diceritakan si Putri Aurora ini malah tumbuh bareng sama si Maleficent itu dan tanpa disadari tumbuhlah benih-benih sayang di antara keduanya. Sayang yang sangat tulus sehingga mengembalikan kebaikan hati Maleficent yang tadinya tertutupi oleh amarah dan dendam. Selanjutnya adalah bagian aku mereview.

    Jadi menurut aku dari segi cerita ini unik banget karena kayak mengupas sisi lain dari dongeng Sleeping Beauty sendiri. Pemilihan pemainnya juga menurut aku bagus banget pokoknya suka banget sama teteh Angelina Jolie (kenapa manggil teteh? Ya abis masih keliatan muda dan cantik banget walaupun dia didandanin jadi peri jahat). Cocok bangetlah dia memerankan si Maleficent ini. Jadi film Maleficent ini kan ada 2 film dan aku sukanya juga di dalam film itu karakternya kayak bener-bener “hidup” jadi kayak bener-bener peran mereka tersampaikan dengan baik. Kita yang nonton juga mudah untuk cepet mengerti jalan ceritanya dan para tokohnya ini ya mungkin karena masuk film anak-anak juga jadi emang dibuat untuk mudah dipahami oleh semua umur.

    CGI nya juga alus pisan jadi enak di liat mata gak berasa editan computer hehehe. Pokoknya untuk pengambilan gambar, musik, dan karakternya bagus banget dan enjoy aja nonton ini. Rate dari aku 9/10 karena aku suka banget semuanya di film ini. Kesimpulannya adalah film ini adalah film keluarga yang sangat menghibur yang bisa ditonton bersama-sama dan tetep bisa menyampaikan pesan utama dari film ini yaitu bahwa yang terlihat buruk bukan berarti jahat dan kasih sayang yang tulus akan selalu mengalahkan kebencian.

Senin, 18 Juli 2022

My (First) Solo Traveling - Bandung

        Mei 2022 lalu alhamdulillah sudah punya jatah cuti setelah setahun tujuh bulan gak punya jatah cuti karena masih anak baru hehehe, sebagai Libra sejati kadang tuh aku emang suka rada implusif gitu nah terjadilah keinginan Solo Traveling ke Bandung. Sejujurnya takut juga sih kebayang sendirian di kota orang mana jauh dari keluarga dan sahabat tapi mikir lagi ini kalo gak sekarang terus kapan? Mumpung masih ada umur, waktu, dan keuangan yang cukup kayaknya bisa nih ke Bandung. Ambil form cuti, minta tanda tangan SPV, Manager, HRD, dan mulai siap-siap nyari tiket kereta dan Hotel.

            Memang ya sebenernya kalo temen-temen mau liburan ada baiknya mempersiapkan semuanya dari jauh-jauh hari dan dibantu dengan tabungan yang cukup. Masalahnya di aku adalah uangnya pas-pasan jadilah aku hanya memesan tiket kereta pulang (BDG-JKT) dan hotel hari ke-dua. Kenapa hanya hari ke-dua? Karena aku kepikiran untuk nyobain pengalaman nginep di salah satu hotel kapsul yang udah cukup terkenal dan kenapa tiket pulang aja? Karena menurut aku yang lebih susah itu tiket buat pulang daripada berangkat.

            Aku ke Bandung tanggal 1-3 Juli 2022, hari Jumat, Sabtu, dan Minggu. Niat aku lebih ke jalan-jalan santai aja di Bandung karenakan bener-bener sendiran jadi aku bebas ngantur waktu aku gak harus nyocokin sama jadwal siapapun. Drama di mulai wkwkwk karena aku cuma beli tiket pulang pas H-1 aku mau beli tiket berangkat ternyata udah habis untuk semua ekonomi dan tersisa Eksekutif itupun berangkat jam 04.55 pagi, dengan kekuatan Bismillah aku beli tiket itu. Argo Parahyangan tujuan Stasiun Bandung dari Gambir jam 04.55 dan perkiraan sampe Bandung jam 07.55 pagi dengan harga Rp. 135.000,-.

            Jumat, 1 July 2022 aku bangun jam 3 pagi, packing dan sekitar jam 4-an mesen Gojek dari rumah ke Gambir Rp. 26.000,- (excludes tip). Sampe Gambir kira-kira 5 menit sebelum kereta berangkat (tuh kan drama banget). Belum sampe sana pas gue sampe kereta ada mas-mas dudukin bangku yang udah aku sengaja pesen samping jendela. Di sini bukan masalah jendela tapi lebih ke peraturan yang ada kalo sebaiknya kita gak tukeran tempat duduk ya amit-amit kecelakaan parah dan yang pertama dicek kan pasti data penumpang atas kursi tersebut. Awalnya aku duduk aja dulu di kursi yang deket gang sampe kereta jalan baru aku ngomong dengan sesopan mungkin. Ternyata masnya mungkin udah nyaman banget dikursi itu jadi rada kesel kayaknya tapi sekali lagi itu hak aku untuk duduk dikursi yang sudah aku pilih terlepas dari alasan dia tukeran tempat duduk juga sama ibu-ibu.

            Setelah drama itu aku mutusin buat solat subuh jadi dari rumah aku tuh udah wudhu. Selesai solat aku ngabarin sahabat-sahabat aku di Jakarta dan di Bandung yang memang udah niat mau ketemuan kalo aku ke Bandung. Kereta sampe di Stasiun Bandung sekitar jam 8 pagi dan aku jam 9-an ada ketemuan sama seseorang karena aku nyewa motor selama 1 hari di Bandung. Sebenernya aku mau nyewa tuh 2 hari di Bandung tapi ternyata gak semudah itu udah pada full booked jadi aku cuma kebagian 1 hari weekday seharga Rp. 120.000 (include biaya antar-jemput motor). Sebelum itu aku ke Indomaret dan Roti O di Stasiun Bandung buat beli sarapan. Drama selanjutnya aku harus ngurus early check in hotel dan bensin ini motor karena bener-bener cuma 1 bar doang sisa bensinya.

Jadi selama di Bandung aku akhirnya memutuskan untuk menginap di Hotel Sentra Inn Bandung https://www.instagram.com/sentrainn.bandung/ . Lokasinya di Jalan Emong sangat dekat dengan jalan Asia Afrika strategislah lokasinya menurut aku. Untuk biayanya, hari ke-1 karena aku baru pesen H-1 jadi tinggal yang kamar Superior Double Room Rp. 214.964 dan hari ke-2 kamar Standard Double Room Rp. 177.840. Bedanya hanya di luas kamar, jendela, dan lantai untuk semuanya sama. Menurut aku ini hotel yang sangat nyaman walaupun law budget. Kamarnya bersih, nggak hawa horror, ditengah-tengah kota Bandung, dan yang paling penting dikelilingi oleh tempat makan jadi jalan bentar juga ada tempat makan dan ada indomaret di sekitar sana, oia aku pesennya pake aplikasi Traveloka.

Balik lagi setelah dapet motor aku telepon orang hotel buat early check in dan kena biaya tambahan Rp. 50.000,- setelah itu aku langsung cari pom bensin terdekat beli bensin Rp.25.000,-. Oia aku sewa motornya di https://www.instagram.com/motortravel.bdg/ dan sebenernya tujuan utama aku ke Bandung adalah wisata kuliner jadi sebelum ke Bandung tuh aku udah ngumpulin daftar-daftar tempat makan yang aku mau di Bandung, yang pasti bukan tempat yang Fancy tapi khas Bandung, enak, dan murah yang pasti. Tujuan pertama jatuh ke Mie Kocok Persib https://www.instagram.com/miekocokpersib/ karena katanya lebih enak dari Mang-mang yang laen. Aku pesen yang special dan minumnya teh botol, yang spesial itu pake kikil dan iga semuanya habis Rp. 35.000,- sama parkir Rp.2.000,.

Habis dari situ aku langsung ke hotel buat check in dan naro barang-barang. Istirahat bentar bahkan aku tidur siang dulu sampe capeknya rada hilang abis itu aku langsung ke tujuan berikutnya yaitu ke Bandung Planning Galery, dengan berat hati ternyata sudah tutup permanen dan aku duduk bentar di sebelahnya ada taman sambal nyari tempat lain. Aku inget saran temenku yang orang Bandung buat ke NuArt Sculpture Park. Walaupun lumayan jauh sekitar 30 menitan akhirnya aku sampe dan gak terlalu rame sih tempatnya dan vibes-nya bener-bener art banget https://www.instagram.com/nuartpark/?hl=id . Sumpah buat yang suka seni-seni gitu kalian harus coba ke sana. Biaya masuknya Rp. 50.000,- + Biaya parkir sekalian Rp. 2.000,-. Kalian tau patung GWK (Garuda Wisnu Kencana) gak yang di Bali? Nah ini adalah galeri karya-karyanya yang buat patung itu. Aku selesai sekitar jam 5 kurang terus solat asar di sana abis itu pulang ke hotel.

Sampe hotel sekitar jam 6 lewat karena nyasar dulu akibat maps mati (Hp sih yang mati). Solat magrib, istirahat bentar, main hp, dan laper akhirnya keluar hotel lagi sekitar jam setengah 9 dan ternyata Sei Sapi Lamalera https://www.instagram.com/seisapilamalera/?hl=id itu deket banget sama hotel aku. Restoran ini termasuk rekomen temenku yang orang Bandung. Aku pesen Es Pisang Ijo, Sei yang Rica-rica, sama Es Teh dan abis sekitar Rp. 59.800,-. Aku rekomendasi rica-ricanya soalnya enak banget. Abis itu keliling bentar tapi pengen beli makanan tapi gak jadi akhirnya balik ke hotel. Bersih-bersih, solat isya, dan tidur.

Hari ke-2 di Bandung. Aku bangun siang seperti biasa hehehe tapi tetep ya harus Solat Subuh dulu. Hari itu aku udah janjian kalo akan ada yang ngambil motornya jadi sekitar jam 8-nan ada yang dateng akang-akang gitu buat ngambil motor sekalian aku nyari sarapan. Setelah nanya sama salah satu karyawan Hotel aku tinggal ternyata sepanjang jalan itu ada yang dagang entah itu bubur, nasi kuning, atau yang lainnya. Aku jalan sekitar 3 menitan sampe akhirnya aku beli nasi kuning deket situ harganya Rp. 8.000,- udah lengkap dan rasanya enak-enak aja abis itu aku Kembali leyeh-leyeh di kamar sembari siap-siap check out, ganti kamar sih lebih tepatnya soalnya beda voucher hotel jadi gak bisa digabung.

Aku memutuskan untuk ninggal barang aku karena malemnya aku harus check in lagi di sana jadi aku cuma bawa tas sama barang-barang yang kira-kira perlu bawa aja buat beberapa jam.  Aku keluar hotel sekitar jam makan siang jadi aku jalan sampe tempat ramen rekomendasi temen aku yang di Bandung. Namanya Ramen Bajuri https://www.instagram.com/ramenbajuri/ aku habis sekitar Rp. 50.600 (Katsu Ramen, Gyoza, Kyoto Green). Setelah itu jalan bentar ke Indomaret beli air dan pesen Gojek ke Museum Geologi Bandung https://www.instagram.com/geomuzee/ tiket masuknya Rp.3.000,- dan sumpah bagus banget aku suka banget ke sini kayak kita dikasih tau gimana alam memberikan banyak sekali manfaat untuk manusia bahkan bencana alam aja meninggalkan manfaat juga untuk manusia, terus kayak ada kerangka dinosaurus itu gemes aja menurut aku soalnya kayak ala-ala jurassic park hehehe. Aku juga beli kenang-kenangan baju gambar gajah di tempat souvenirnya Museum Geologi harganya Rp.140.000,- karena XXL hehehe. Setelah itu solat, abis itu Gojek ke Beraga untuk ketemu temen aku si Tantri Kotak (KW super spesial) soalnya dia gak kalah menganggumkan kayak Mbak Tantri Kotak beneran.

Setelah drama tunggu menunggu kita ketemu dan ngopi bareng di Kopi Purnama https://www.instagram.com/warungkopipurnama/  beberapa jam ya biasa cewek kalo ketemu cewek ada aja yang dighibahin lebih ke diskusi sih wkwkwk. Di Kopi Purnama kita pesen Cireng, Es Kopi, sama Roti Bakar habis sekitar Rp. 94.700,-, Warung kopi ini lumayan terkenal ya di Bandung jadi lumayan rekomendasi sih dan pembelinya dibatesin gitu jadi walaupun rame tetep kondusif. Kelar ngobrol kita pulang jalan kaki karena jalanan Bandung yang super macet ngalah-ngalahin Jakarta. Sumpah weekend di Bandung kalo harus naik mobil kayaknya gak sampe-sampe akhirnya jalan sampe Hotel. Sebelum itu mampir Indomaret ngambil duit tunai buat besok dan beli minum. Sampe Hotel kita Check In dan gak lama temenku pulang karena udah malem banget. Oia Gojek aku dibandung itu rata-rata Rp. 11.000,- jadi serba segitu biasanya aku kalo naik gojek selama di Bandung.

Hari terkahir di Bandung, seperti biasa bangun siang tapi harus udah Solat Subuh ya terus cari sarapan tapi ternyata gak serame Jakarta yang jam 7 pagi aja udah pada jualan jadi cuma beberapa pedagang yang udah buka mungkin karena hari Minggu juga. Ketemu abang tukang  Kue Ape beli Rp.10.000,- makan di Hotel, abis itu siap-siap check out. Setelah keluar hotel pesen Gojek buat beli Bakso Cuangki Serayu, ngantrinya lumayan panjang akhirnya aku take away lupa abis berapa pokoknya beli bakso sama batagor dan awet sampe Jakarta terus lanjur ke Balai kota buat naik Bus Bandros kayak bus tour kota Bandung https://www.instagram.com/bus.bandros/   ternyata sejak covid gak bisa naik dari sana jadi naik Gojek lagi ke Alun-Alun Bandung terus kita nunggu sambal ngantri desek-desekan sekitar sejaman kali ya. Naik Bus Tour kena Rp. 20.000,- tapi menurut gue ini sangat worth it karena enjoy banget selama di bus ini jadi bapaknya certain sejarah tempat-tempat yang kita lewatin kadang dia kayak stand up comedy kadang kasih ceramah juga terus sering ngajak penumpang tanya jawab santai jadi seru banget sih kalo menurut aku. Balik ke Alun-alun busnya pas banget Asar. Tadinya aku tuh gak mau solat di Mesjid Raya Bandung karena udah pernah tapi emang udah jalannya dari Allah akhirnya dikasih kesempatan buat solat di sana lagi setelah beberapa tahun lamanya masyaAllah Alhamdulillah.

Selesai solat meluncur naik Gojek ke Kartika Sari buat beli oleh-oleh dan habis Rp. 238.000,-. Abis itu jajan somay batagor deket Kartika sari. Dulu banget aku pernah beli dan rasanya masih sama-sama enak cuma pas bayar ternyata emang lumayan untuk jajanan pinggir jalan harganya Rp.40.000,- sepiring tapi enak tapi mahal kalo buat aku untuk somay karena aku makan mie kocog iga aja cuma 30 ribuan tapi beneran enak sih gak apa-apalah sekali-kali jarang juga ke Bandung. Abis itu aku jalan kaki ke Stasiun Bandung sebelum itu kita solat magrib dulu di masjid Stasiun Bandung. Kelar solat, cetak tiket, dan duduk-duduk di bangku sebelum masuk. Ya mengingat-ingat perjalanan di Bandung sampe ada info keretanya sudah tersedia dan akhirnya masuk dan lansung naik kereta. Karetanya On Time dan sampe Stasiun Gambir langsung pesen Gojek dan kaget karena harganya Rp.36.000 padahal Aku di bandung kemana-mana cuma sekitar Rp.11.000-an.

Ya sekian jalan-jalan sendirian aku di Bandung, 3 hari 2 malam habis sekitar 1,7 Juta karena emang niatnya ya jalan-jalan menikmati kota Bandung worth it lah ya buat self rewards. Solo Traveling ini aku lakuin untuk diriku sendiri, agar aku bisa lebih banyak mendengar kata hati aku sendiri. Belajar lebih kenal diri sendiri dan lebih cinta sama diri aku sendiri. Harapannya adalah supaya aku bisa tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi dari segi mental, fisik, dan spiritual setelah pulang dari Solo Traveling ini. Pokoknya ini sungguh pengalaman yang luar biasa buat aku, terima kasih Allah SWT yang udah kasih kesempatan dan jaga aku selama di Bandung, Keluarga yang support, Sahabat-sahabat yang standby liatin story IG aku sampe bolak-balik WA nanyain aku gimana di Bandung, Temen-temen yang bersedia aku repotin dengan tanya-tanya rekomen tempat di Bandung, dan seluruh warga Bandung. I love Bandung <3

Kamis, 05 Mei 2022

Review Film “KKN Di Desa Penari”

     Setelah penundaan akibat Covid & PPKM akhirnya rilis juga ini film di bioskop. Seperti judul di twitter “KKN Di Desa Penari”, dari judul aja hawanya udah horror yes. Ini masuk ke kategori horror walaupun sebenernya kayak film azab tapi versi layar lebar (menurut gue). Masih hawa-hawa lebaran dan kebetulan beberapa temen gue ternyata pengen nonton ini juga jadilah kita nobar di Epicentrum. Kenapa Epicentrum? karena aku suka speakernya di sana sudah Dolby Atmos jadi “All around you”-nya  kayak banyak aja lebih terasa wah dikuping hehehe enggak deng gue aja kali yang norak hahaha.

    Kembali ke KKN Di Desa Penari, jadi ini kisah tentang 6 orang yang sedang KKN di salah satu desa yang ada di tengah hutan Jawa Timur. Awalnya mereka melihat desa ini normal seperti desa pada umunya sampe beberapa kejadian ganjil menghampiri mereka. Sebenernya ceritanya panjang banget kalo mau baca full bisa langsung aja ke twitter karena emang awal cerita ini dari tread di twitter oleh SimpleMan. Terus gue di sini ngapain? Gue mau menanam padi, ya enggak dong gue mau review dari kacamata gue setelah nonton film ini di bioskop 2 hari lalu.

    Langsung aja gue nilai film ini kalo menurut gue ya 7,5/10 (maapin kalo ada yang gak setuju). Aslinya gue jarang ngasih nilai depannya 7 buat film karena sebelum gue nonton film apalagi di bioskop pasti udah gue filter duluan nih biar gue tidak merasa rugi banget harus meluangkan waktu, tenaga, dan uang gue untuk pergi ke bioskop (kecuali kalo dibayarin bebas deh lu mau gue temenin nonton apa). Ekspektasi gue sih harusnya bisa diatas 8 tapi ternyata emang gak boleh berekspektasi permirsah akhirnya kelularlah nilai 7,5/10. Untuk alur cerita bener-bener sama seperti di twitter tidak terlalu banyak perubahan bahkan kalau kalian hafal malah ada beberapa yang tidak ditampilkan dalam film.

    Akting pemainnya menurut gue keren banget bener-bener kayak real walaupun ada beberapa part terasa kaku sedikit. Untuk musiknya juara banget kayak semuanya pas aja gitu sama keadaan yang ada. Untuk CGInya yang tadinya bisa bagus banget tapi jadi malah sedikit mengganggu karena pecah dan terlalu keliatan ini CGI. Kostum dan makeupnya juga bagus terus cara ngebangun susasana horornya juga dapet banget. Sekarang bagian hantunya, gue keganggu banget karena ada salah satu hantunya itu CGI banget gue berasa nonton kartun (ya maaf) kan gue wibu jadi gue berasa nonton film kartun terus ada monsternya yang tadinya gue merasa  serem jadi garing seketika.  

    Endingnya lumayan emosional tapi gak sampe bikin gue nangis. Pesan moral dari filmnya bener-bener tersampaikan lewat endingnya bahwa setiap plilihan yang kita ambil kita harus membayarnya dan jangan sampai nafsu kita bisa mengalahkan akal, hati nurani, dan iman kita sebagai manusia yang beragama. Yang paling penting seperti kata kiasan “di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung”. Dimanapun kita berada pastikan kita tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan di wilayah itu siapapun kita karena kita hanyalah tamu bukan tuan rumah. Sekian reviewnya, filmnnya cukup seru dan rekomendasi untuk nobar bareng bestie/ayang/keluarga/gebetan/FWB-an/mantan.  Selamat nonton^^

 

 

New Post

  Menurutuku ini adalah satu buku yang harus kalian baca setidaknya sekali dalam hidup karena kalian akan merasakan betapa beruntungnya “k...